Selasa, 07 September 2010

karna ku sanggup

Biarlah ku sentuhmu..
Brikanku rasa itu..
Pelukmu yang dulu pernah buatku
Kutak bisa paksamu
Tuk tinggal disisiku
Walau kau yang slalu sakiti aku dengan perbuatanmu
Namun sudah kau pergilah..
Jangan kau sesali……
Karna kusanggup walau kutak mau..
Berdiri sendiri tanpamu
Kumau kau tak usah ragu tinggalkan aku
Kalau memang harus begitu
Tak yakin ku denganmu
Hapus rasa sakitku
Ku yang slalu perjuangkan cinta kita namun apa salahku
Hingga ku tak layak dapatkan kesungguhanmu
Karna kusanggup..
Walau kutakmau berdiri senditri tanpamu..
Ku mau kau tak usah ragu tinggalkan aku
Kalau memang harus begitu..
Tak perlu kau buat aku mengerti
Kesungguhan, karma kusanggup…….
Yeeee yyiipii senang banget ini lagu Agnes yang aku tulis sendiri by mendengarkan hahhahh… biasa kan ambil di internet, jiplak, ato apalah hohoo. Eemm daridulu emang aku udah suka lagu-lagunya Agnes, tapi yang kali ini bener-bener inspiratif banget menurutku :D D disini diceritakan seseorang yang sangat kehilangan kekasihnya, seseorang yang kesedihannya sangat mendalam. Namun apa yang bisa ia lakukan, selain menerima??
Disini ada dua kata kontraversi sih, “karna kusanggup, walau kutakmau..” nah itulah masalahnya, sering kita itu nggak mau, bukan nggak sanggup! Entah itu nggak mau melakukan sesuatu, nggak mau mendapatkan sesuatu, nggak mau menerima sesuatu ataupun nggak mau meninggalkan sesuatu. Namun dibalik ketidakmauan kita itu sebenarnya kita sanggup, sanggup untuk melakukannya, sanggup untuk menerimanya, sanggup untuk merelakannya. Selama ini aku selalu merasa aku nggak sanggup merelakan, nggak sanggup menghadapi hidupku, nggak sanggup menghadapi masalahku, nggak sanggup kehilangan, nggak sanggup sendirian. Hampir setahun aku berusaha memulihkan diriku, namun kenyataannya aku benar-benar nggak sanggup. aku hanya menyakiti diriku sendiri untuk berusaha keluar dari kalbuku, hari-hariku terasa gelap, aku lelah karena aku terus meronta untuk memaksa, aku berusaha berjuang dengan caraku sendiri untuk mempertahankan keegoisanku. Untuk mempertahankan apa yang seharusnya jadi milikku, sehingga aku tak bisa menerimanya ketika semua itu pergi. Memang bullshit banget kalau aku bilang aku sanggup merelakan, namun aku sadar selama ini aku egois. Aku hanya nggak mau diriku sendiri tersakiti, tapi aku sering menyakiti. Aku takut diriku terluka tapi dengan begini aku akan semakin membuat lukaku membesar. Jadi endingnya… aku mo bilang setiap kita SANGGUP kok, kita mampu hanya kita sering takut, soo ayoo jangan takut!! Semua itu tergantung keputusan hati bagaimana cara kita memutuskan dan melihat.
Move on ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar